Selasa, 27 Mei 2008

Delegasi merupakan alat management

Siapa yang tidak kenal Musa ?!, satu sosok pemimpin luar biasa pilihan Tuhan. Dialah yang membebaskan bangsa Isreal dari perbudakan Firaun-Mesir. Meskipun demikian, Musa tetap mendelagasikan pekerjaanya ke bawahannya sesuai pada porsi masing-masing dan ini merupakan system management yang baik dan sudah dilakukan olehnya 3.500 tahun yang lalu.

Mengapa di antara kita ada yang sangat sulit untuk mendelegasikan sebagian dari pekerjaan kita kebawahan yang siap membantu setiap saat ? apakah karena kita tidak tahu cara untuk mendelegasikannya ? atau karena kita takut kehilangan pekerjaan yang kita sukai ? atau karena biar kelihatan sibuk dan penting ? jawabannya ada pada diri kita masing-masing…ia tersusun rapi di dalam sanubari kita.

Berikut ini merupakan kisah yang dikutip dari Kitab Keluaran (18:13-26), mengisahkan bagaimana pendelegasian dilakukan.

13Keesokan harinya duduklah Musa mengadili di antara bangsa itu; dan bangsa itu berdiri di depan Musa, dari pagi sampai petang.

14Ketika mertua Musa melihat segala yang dilakukannya kepada bangsa itu, berkatalah ia: "Apakah ini yang kaulakukan kepada bangsa itu? Mengapakah engkau seorang diri saja yang duduk, sedang seluruh bangsa itu berdiri di depanmu dari pagi sampai petang?"

15Kata Musa kepada mertuanya itu: "Sebab bangsa ini datang kepadaku untuk menanyakan petunjuk Allah.

16Apabila ada perkara di antara mereka, maka mereka datang kepadaku dan aku mengadili antara yang seorang dan yang lain; lagipula aku memberitahukan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan Allah."

17Tetapi mertua Musa menjawabnya: "Tidak baik seperti yang kaulakukan itu.

18Engkau akan menjadi sangat lelah, baik engkau baik bangsa yang beserta engkau ini; sebab pekerjaan ini terlalu berat bagimu, takkan sanggup engkau melakukannya seorang diri saja.

19Jadi sekarang dengarkanlah perkataanku, aku akan memberi nasihat kepadamu dan Allah akan menyertai engkau. Adapun engkau, wakililah bangsa itu di hadapan Allah dan kauhadapkanlah perkara-perkara mereka kepada Allah.

20Kemudian haruslah engkau mengajarkan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan, dan memberitahukan kepada mereka jalan yang harus dijalani, dan pekerjaan yang harus dilakukan.

21Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.

22Dan sewaktu-waktu mereka harus mengadili di antara bangsa; maka segala perkara yang besar haruslah dihadapkan mereka kepadamu, tetapi segala perkara yang kecil diadili mereka sendiri; dengan demikian mereka meringankan pekerjaanmu, dan mereka bersama-sama dengan engkau turut menanggungnya.

23Jika engkau berbuat demikian dan Allah memerintahkan hal itu kepadamu, maka engkau akan sanggup menahannya, dan seluruh bangsa ini akan pulang dengan puas senang ke tempatnya."

24Musa mendengarkan perkataan mertuanya itu dan dilakukannyalah segala yang dikatakannya.

25Dari seluruh orang Israel Musa memilih orang-orang cakap dan mengangkat mereka menjadi kepala atas bangsa itu, menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.

26Mereka ini mengadili di antara bangsa itu sewaktu-waktu; perkara-perkara yang sukar dihadapkan mereka kepada Musa, tetapi perkara-perkara yang kecil diadili mereka sendiri.

Inti dari kisah tersebut adalah bahwa seorang pemimpin seharusnya tidak mengurusi perkara-perkara (hal-hal) kecil, hal-hal seperti ini cukup dikerjakan oleh bawahannya saja. Agar hal ini bisa berjalan dengan semestinya, maka proses pendelegasian dan pembimbingan harus dilakukan dengan bijaksana.

Seringkali dijumpai, pimpinan harus bekerja hingga larut malam (overtime), dengan berbagai macam alasan mulai dari permintaan data yang mendadak hingga kompetensi bawahan yang kurang.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah itu termasuk tipe pimpinan yang baik (“banyak bekerja”) atau justru sebaliknya, malahan merupakan tipe pimpinan yang tidak efisien karena tidak sanggup mendelegasikan pekerjaannya kebawahan ??.. karena membutuhkan pembimbingan !!..

Bila ingin berhasil dengan baik dan memiliki waktu yang cukup baik untuk pribadi maupun keluarga (sehingga ada waktu untuk mengasah gergaji, salah satu habit dari 7 habits), maka delegasikan sebanyak mungkin pekerjaan anda sebagai pimpinan ke bawahan.

Salam Sukses…Luar Biasa…

Hendra Sugianto

1 komentar:

rajamedan mengatakan...

betul bung............
saya setuju kalau tugas-tugas didelegasikan saja ke bawahan, selain meringankan pekerjaan pimpinan, juga penting untuk melatih bawahan agar mereka semakin pintar dan lebih berpengalaman dalam bidang mereka. jangan seperti pimpinan saya saat ini (Juni 2008)di salah satu perusahaan swasta di Jambi, semua pekerjaan menumpuk di mejanya, karena dia tidak percaya dengan bawahan dan juga tidak berani memerintah bawahan. akhirnya dia bingung sendiri dan banyak laporan yg tidak selesai dan semua jadi terbengkalai.

terimakasih atas tips-nya bung hendra, sukses terus.
from : marles. H