Kamis, 24 Juli 2008

SEORANG PEMIMPIN ADALAH SEORANG SENIMAN...

Pada suatu hari, seorang seniman pemahat melewati sebuah rumah tidak jauh dari studionya yang kebetulan sedang menebang sebuah pohon besar. Sang seniman itu menghampirinya, dan menyampaikan kehendaknya untuk memiliki gelondongan kayu besar itu. Sang pemiliki sangat senang karena merasa akan dibantu oleh sang seniman untuk membersihkannya. Maka dengan lantang sang pemilik rumah itu menjawab, “ silakaan, itu hanya tunggul kayu yang tidak akan berguna bagi saya.” Betapa senangnya hati seniman tersebut mendengar kata-kata pemilik rumah itu. Dengan semangat yang bergebu-gebu, sang seniman menarik dan membawa pulang tunggul kayu tersebut ke studionya.

Kayu tersebut diletakan di tengah ruangan studio, seniman tersebut mengelilinginya berulang kali, seperti sedang menyelidiki sesuatu yang tertanam di dalam tunggul kayu tersebut. Dengan tenang, seniman tersebut mengambil perlengkapannya dan segera ia bekerja untuk mengeluarkan sesuatu yang terkurang di dalam tunggul kayu tersebut. Dengan sepenuh jiwa dan tenaga ia mengerjakannya, hingga kelelahan dan tertidur di samping hasil kerja kerasnya.

Keesokan haranya, sang “pemilik” tunggul kayu yang telah memberikan tunggul tersebut ke sang seniman mampir ke studio seniman tersebut. Ia disambut dengan ramah oleh sang seniman untuk berkeliling studionya. Setelah beberapa saat, matanya tertuju ke sebuah karya seni yang luar biasa “SEEKOR RAJAWALI” yang begitu perkasa. Dengan segera ia menghampirinya dan memegangnya !. “Berapa engkau akan menjual RAJAWALI mu ini ?”, tanyanya kepada seniman tersebut. Dengan senyuman yang penuh kewibawaan ia menjawab,“Saya belum memberikan harga atas RAJAWALI tersebut, karena baru selesai saya membantu ia keluar dari keterperangkapan dia selama ini”. Dengan tidak sabar, sang “pemilik” tunggul tersebut menjawab, “Bagaiaman kalau saya bayar 10 juta ?”. “Karena engakau begitu menginginkannya, baiklah. Silakan engkau ambil RAJAWALI tersebut seharga yang engkau sebutkan”, kata seniman tersebut. Dengan penuh kebanggaan ia membawa pulang RAJAWALI yang disukainya. Sang seniman hanya tersenyum. Tunggul Kayu ? … atau RAJAWALI yang berharga 10 juta ? tanya sang seniman dalam hati !!!.

Apa yang bisa kita petik dari cerita di atas ?

Sesungguhnya di dalam diri setiap manusia ada RAJAWALI, yang terperangkap dan tunggu untuk dikeluarkan. Tugas seorang pimpinan harus bisa melihat seperti seniman pemahat, harus bisa melihat ke dalam diri bawahanya melalui PEMBERDAYAAN yang maksimal.

Sudahkah Anda mengeluarkan RAJAWALI yang terpendam di dalam diri bawahan Anda ? kalau belum ! keluarkanlah sekarang ! Pahatlah bawahan anda ! Bantulah mereka untuk mengeluarkan RAJAWALI yang terperangkap.


Sukses…

Hendra Sugianto

Tidak ada komentar: