Sifat dasar manusia adalah mencari yang enak, yang gampang untuk dikerjakan atau dilaksanakan. Seringkali kita mendengar ungkapan, “kalau ada yang mudah, ngapain cari yang susah ?”. Menurut saya kondisi ini wajar-wajar saja, kalau ada dua pilihan, sudah pasti kita akan memilih yang menurut kita “enak”, “mudah”, “aman” dan seterusnya, pokoknya, pilihannya adalah yang mengasyikan, betul gak ?. Gak mungkinlah kalau kita memilih yang susah ?!
Bagaimana kalau kita dihadapkan pada pilihan mau maju atau mau enak ? dimana yang akan kita pilih ?. Mau pilih enak ? itu berarti tidak akan maju, mau pilih maju ? itu berarti kita harus meninggalkan kebiasaan kita, harus menghadapi suatu kondisi yang di luar dari rutinitas yang sudah kita jalani (untuk sementara waktu). Mau kedua-keduanya ? bagaimana mungkin ? mau maju tapi enak ?. Keduanya bersifat antagonis, alias berseberangan. Buktinya ! kalau kita mau menguasai suatu kemampuan diluar dari yang kita kuasai sekarang (mau maju !), itu berarti kita harus berani melangkah keluar dari lingkaran kita, kita harus meninggalkan kebiasaan kita !, pertanyaannya, enak gak meninggalkan semua yang sudah kita geluti ? apalagi yang sudah terbiasa adem ayem saja selama ini ? Makanya manusia itu (berapa persen yah ? mungkin perlu dilakukan survey…he…he…he..) paling anti yang namanya perubahan ! Mudah-mudahan kita tidak termasuk yah ?!.
Kebutulan nih saya ada contoh mengenai hal ini, beberapa waktu yang lalu dihadapkan pada pilihan melanjutkan pendidikan atau tidak, itukan sama saja pada pilihan mau maju atau mau enak. Setelah melewati pergulatan yang panjang, akhirnya saya memilih maju. Kebayang gak, apa yang terjadi ? selama ini setiap hari Sabtu dan Minggu saya bisa berkumpul dengan keluarga (Istri dan kedua putraku), tapi dengan pilihan tersebut saya harus menempuh perjalan yang cukup fantastis (ilustrasi perjalanan : dari rumah naik mobil selama 1 jam 20 menit dengan kondisi jalan yang dipenuhi goyangan patah-patah, dilanjutkan naik speed boat selama lebih kurang sama dengan perjalanan darat. Kalau pulangnya juga harus melewati jalan kenangan tersebut, kalau lancer tiba ti rumah sekitar jam 20.00) agar bisa mengikuti kuliah ku itu. Kuliahnya dimulai jam 20.00-23.00 (Sabtu) dan untuk Minggunya dimulai dari jam 08.00-16.00. Belum lagi harus mengeluarkan dana yang cukup besar. Tapia apa hendak dikata ? pilihannya ingin maju, so pasti gak enak rasanya !.
Jadi bagaimana ? mau maju tapi enak ? atau betul-betul mau maju dengan segala konsekwensinya. Pilihannya ada pada kita.
Kalau selama ini kita melakukan suatu tindakan, katakanlah tindakan X, dan kita tidak melakukan perubahanh terhadap tindakan kita itu, maka sudah bisa dipastikan bahwa hasilnya akanlah tetap. Kalau ingin hasil yang berbeda dari yang selama ini kita terima, maka lakukanlah perubahan terhadap tindakan tersebut dari X menjadi Y misalnya. Maka, hasilnya akan berbeda. Berani mencoba ? buktikan bahwa kita adalah pencinta perubahan ! ….
Selamat Berubah !!!....
Hendra Sugianto
Jumat, 28 Mei 2010
Langganan:
Komentar (Atom)
